Jan 11, 2013

Pengaruh Pemberian Air Cuka Terhadap Telur Ayam Mentah

,
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pada suatu iklan pasta gigi, terdapat percobaan dengan telur ayam mentah yang dimasukkan kedalam mangkuk yang berisi air cuka. Pada iklan tersebut, telur yang direndam didalam air cuka selama beberapa jam kemudian diangkat dan ditiriskan mengalami perubahan terhadap kulit telur tersebut. Kulit telur menjadi lebih lemah atau lebih lunak dari sebelumnya.
Percobaan pada iklan diatas, peneliti ingin membuktikan benar tidaknya percobaan pada iklan tersebut. Apakah asam yang terkandung dalam air cuka berpengaruh terhadap keringanan dan kelunakan kulit telur.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah pemberian air cuka berpengaruh terhadap keringanan serta kelunakan kulit telur ayam mentah?
2.      Bagaimana pengaruh pemberian air cuka terhadap kulit telur ayam mentah? 

C.    TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui apakah pemberian air cuka berpengaruh terhadap keringanan serta kelunakan kulit telur ayam mentah
2.      Untuk mengetahui pengaruh pemberian air cuka terhadap kulit telur ayam mentah.

D.    MANFAAT PENELITIAN
1.      Dapat mengetahui bahwa air cuka memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan bersifat korosif.
2.      Dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sifat asam dan keadaan kulit telur.

BAB II
LANDASAN TEORI

A.    KAJIAN PUSTAKA
Kulit telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ). Saat cangkang telur direndam didalam air cuka, kalsium karbonat bereaksi dengan air cuka membentuk garam kalsium karbonat larut sehingga yang tersisa adalah protein pengikat yang elastis karena kulit telur rentan terhadap asam cuka, seperti yang kita tahu jika asam dapat merusak suatu benda dan merubah ketebalannya. Jadi asam cuka ini merombak kalsium dikulit telur dan melunakkannya, sehingga bagian kulit telur yang cukup lama terkena asam cuka akan melembek. Karena cuka dikategorikan dalam zat-zat asam, berarti cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur. Kulit telur sebagian besar terbuat dari kalsium karbonat, dengan menggunakan asam maka kulit ini larut, tidak hanya dengan asam cuka tetapi dengan HCL atau H2SO4 pun ini bisa terjadi.

B.     HIPOTESIS
1.      Air cuka berpengaruh terhadap keringanan serta kelunakan telur ayam.
2.      Semakin banyak air cuka yang diberikan pada kulit telur, maka kulit telur tersebut akan cepat mengapung (menjadi ringan) dan menjadi lunak.
  
BAB III
METODOLOGI

A.    TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Tempat penelitian        : SMK NEGERI 3 BUDURAN
Waktu penelitian         : Sabtu, 1 Desember 2012

B.     VARIABEL PENELITIAN
a.       Variabel bebas        : Kadar dan jumlah cuka yang diberikan
b.      Variabel terikat      : Pengelupasan telur dari cangkang
c.       Variabel kontrol     : Media pengamatan, merk cuka yang sama

D.    PROSEDUR PENELITIAN
C Langkah kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan,
2. Memasukkan satu persatu telur ke dalam gelas bening,
3. Menuangkan air cuka ke dalam gelas bening dengan takaran :
• Gelas pertama : 80 ml air cuka
• Gelas kedua : 160 ml air cuka
4. Mengamati reaksi yang terjadi pada telur,
5. Mencatat hasil pengamatan,
6. Membuat kesimpulan

C Alat dan Bahan :
? Alat       : 2 buah gelas bening.
? Bahan    : 2 butir telur ayam mentah.
                     240 ml air cuka.
 

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Dalam percobaan ini telur yang cepat melunak adalah telur yang diberi air cuka lebih banyak,, karena cuka dikategorikan dalam zat-zat asam, berarti cuka memiliki kemampuan untuk merusak beberapa zat seperti, kalsium yaitu komponen utama penyusun kulit telur. 

B.     HASIL PENELITIAN
Telur mengapung ke permukaan dan tidak kembali ke dasar, dengan diiringi oleh gelembung-gelembung udara yang keluar dari cangkang telur, tanda kalsium dalam kulit telur mulai mengelupas. Kulit telur mulai melunak. Telur mengapung ke permukaan disertai gelembung udara dan telur kembali ke dasar. Telur kembali mengapung ke permukaan beberapa detik kemudian kembali ke dasar. Telur mengapung ke permukaan kembali, berputar-putar dan kembali ke dasar. Telur mengapung ke permukaan dan kembali ke dasar. Telur kembali mengapung ke permukaan dan kembali ke dasar. Telur mengapung kembali dan tidak kembali ke dasar, serta gelembug-gelembung udara yang keluar dari kulit telur secara terus menerus menandakan kalsium yang terkandung di dalam kulit telur mengelupas menjadi garam yang telah larut oleh air cuka. Kulit telur mulai melunak

BAB V
KESIMPULAN

A.    SIMPULAN
Air cuka berpengaruh terhadap kelunakan serta keringanan kulit telur ayam. Dan semakin banyak air cuka yang diberikan pada kulit telur, maka kulit telur tersebut akan cepat mengapung da menjadi lunak.

GAMBAR HASIL PENGAMATAN

1 komentar:

Post a Comment

Berikan komentar yang bersifat membangun

 

Wrote Knowledge Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger